Menu

Goweser Di Amsterdam

1 Februari 2015 | Komunitas Sepeda

Tidak ada cara yang paling mudah untuk menyusuri kota Amsterdam, selain menggunakan sepeda. Ya, sepeda di Amsterdam adalah bagian dari nafas kota itu sendiri. Jumlah sepeda saja lebih banyak dari jumlah penduduknya. Di mana-mana kita melihat orang bepergian naik sepeda. Bahkan pejabat pemerintah, termasuk Menteri di Pemerintahan Belanda, kalau bepergian kerap menggunakan sepeda.

enaknya seped di amsterdamAda beberapa penyewaan sepeda yang terdapat di Amsterdam. Saya memilih menggunakan MacBike yang salah satu kiosnya ada di dekat Amsterdam Central Station. Cukup dengan sekitar 12 Euro per orang.

Satu kelebihan bersepeda di Amsterdam adalah infrastruktur untuk bersepedanya yang nyaman. Karena percuma kalau kita naik sepeda namun tidak ada infrastruktur yang memadai. Sepeda kita akan bersaing dengan motor dan mobil, yang justru malah membuat bersepeda berbahaya. Di Amsterdam, sepeda memiliki jalur tersendiri yang tidak mungkin diserobot mobil. Uniknya lagi, jalur-jalur sepeda itu terintegrasi dan saling terkoneksi antara satu dengan yang lain. Jadi, kalau kita mau pergi dari satu titik ke titik lainnya, yang memerlukan perpindahan jalan atau menyebrangi jalan besar, jalur sepedanya sudah terhubung. Nyaman bukan?

Bersepeda di Amsterdam sangat mengasyikkan. Selain sehat dan hemat, kita bisa belajar bagaimana suatu kota mengelola lalu lintasnya, dari dominasi mobil dan motor, menjadi dominasi sepeda. Sebelumnya, hingga tahun 1970, kota Amsterdam hiruk pikuk dan kacau oleh tumbuhnya masyarakat menengah dan penggunaan mobil. Persis seperti keadaan kota Jakarta sekarang. Di Amsterdam saat itu, macet di mana-mana. Penggunaan mobil membludak, kecelakaan meningkat, dan kematian anak akibat kecelakaan mobil tinggi.

Dari kondisi itulah mereka berpikir, Amsterdam, atau Belanda pada umumnya, tidak bisa dibiarkan berkembang begitu saja tanpa arah. Berbagai aksi kampanye dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Gerakan naik sepeda dibangun. Hal ini tidak berlangsung satu pihak, namun juga ditanggapi positif oleh Pemerintah Belanda, dengan membangun infrastruktur. Jalur untuk sepeda dibangun, diperluas, dan jalur untuk mobil dikurangi. Masyarakat, baik oleh kesadaran ataupun dipaksa keadaan, berpindah menggunakan sepeda. Awalnya memang sulit dan butuh kerja keras, tapi kini, sepeda telah menjadi budaya, atau habit dan keseharian masyarakat Belanda.

Bukan itu saja, wisata sepeda, menjamur di kota Amsterdam. Menambah marak kota, dan tentunya mendukung turisme dan ekonomi lokal.

Proses Amsterdam menuju Kota Sepeda, bukan proses kebetulan, dan bukan proses satu malam. Butuh waktu panjang juga. Ada konsistensi, keteguhan hati masyarakat, dan yang paling penting dukungan total dari Pemerintah. Sinergi semua institusi ini adalah kunci. Naik sepeda tak cukup hanya dengan membangun komunitas bersepeda. Itu penting dan harus dilakukan memang untuk membangun kesadaran. Tapi apabila hal itu tidak didukung pemerintah, maka gerakan bersepeda hanya menjadi hobi atau gaya hidup beberapa kalangan. Karena kenyataan di lapangan saat ini, naik sepeda bisa jadi masih berbahaya, terutama saat bersaing dengan mobil, bis, kendaraan umum, bajaj, hingga sepeda motor. Belum lagi asap knalpot kendaraan yang harus kita hirup.

Nah, kalau Belanda bisa, pastinya kita juga bisa. Tak sulit, hanya butuh kemauan dan kerjasama. Eeeh, tapi justru itu yang paling sulit kan ye heheheā€¦.