Menu

Gear Ngebut vs Gear Nanjak

20 Januari 2015 | Tips

tips gear nanjakRasio ukuran paling mudah untuk melihat gear untuk ngebut atau nggak, biasa disebut Gear inches. Gear inches adalah jarak (dalam inch) yang ditempuh 1 roda dalam 1 putaran (360°) pedal.

Rumusnya adalah jumlah gigi dari crank depan x diameter roda (inch) / jumlah gigi sprocket belakang.

Contoh: Untuk ngebut, gear yang tercepat adalah menggunakan crank terbesar dikombinasi dengan sproket terkecil. Jadi bila menggunakan sepeda balap, misal sepeda dengan kombinasi crank depan 53/39 dan sproket 11/28.

Hitungannya jadinya:
High Gear inches: 53×27 (diam roda RB) / 11 = 130″

Low Gear: 39×27/28 = 37.6″.

Berarti kombinasi gear inchesnya adalah range dr 37.6″ – 130″.

Patokan dasar.
Untuk ngebut sih sebenarnya nggak ada ukuran pasti, karena untuk ngebut, tergantung dari latihan cadence juga. Tapi biasanya bila masuk 100″ itu udah bisa dibilang oke buat ngebut. Untuk nanjak, biasanya patokannya di 20″. Jadi kalo anda mendekati 20″, masih ok buat tanjakan, meski sebenarnya dilihat juga grade tanjakannya.

Penggunaan kombinasi gear inches biasanya ditabelkan. Jadi masing-masing kombinasi gigi depan dan belakang itu dihitung gear inchesnya. Nah, disini bisa ketahuan kombinasi gear yang anda set itu optimal atau nggak, karena biasanya ada yang double. Penggunaan Dual drive, kebanyakan karena simplicity, dia memiliki range rasio yang lebih besar. Karena dengan dual drive gowes mania nggak perlu pasang crank double atau triple.

Patokan dual drive adalah rasio 3 gigi internal yaitu: 0.75, 1, dan 1.33.

Contoh :
DAH✽N speed TR, crank depan 52T, dan sproket belakang 11-32T. Pake dual drive, rasio gear inchesnya jadi,

High gear: 52×20″ (diam roda) x 1.33 (variable high rasio internal gear) /11 = 125″

Low Gear: 52×20″ x 0.75/32 = 24″.

Jadi range rasionya: 24″ – 125″

Disini terlihat, untuk ngebut dapat rasionya, tapi untuk nanjak, masih kelebihan 4″ rasio. Kompensasi untuk menggeser kelebihan 4″ ini dengan mengganti crank yang lebih kecil, misalnya 50T atau bahkan 44T. Resiko lain, high gearnya mengecil.

Seperti beberapa orang mencoba menggabungkan dual drive dan dual crank, hmm, sorry to say rada kurang pas. Karena sangat nggak efisien. Coba aja dibuatkan tabelnya, end upnya pasti banyak yang sama gear inchesnya. Otomatis saat pindah gigi, akan lost power, karena anda harus pindah ke gigi berikut, dimana kalo mau dihafal juga bingung. Biasanya hafal saat pake dual crank, saat pindah, gigi mana yang pasti sama dengan gigi mana, jd pindahinnya harus depan dipindah, belakang juga dipindah supaya nggak dapat yang sama. Semakin rumit konfigurasinya, semakin banyak yang dihafal.

By. Willy