Menu

Egi Suryana dan Indonesia

14 Desember 2014 | Celebrity on Bicycle

Rides For Hope, bersepeda dengan modal dan semangat untuk mengelilingi Indonesia. Sebuah Negara yang Indah dengan segala keaneragamannya, seorang pemuda asal Tulang Bawang Lampung mencoba mewujudkan impiannya untuk keliling Indonesia dengan bersepeda.

Egi Suryana, lahir di Lampung 14 Juli 1977. Pemuda berdarah jawa-lampung berusia 32 tahun bertekad untuk bersepeda berkeliling indonesia hingga ke Marauke. Pertemuan kami dengan Egi hampir tanpa rencana, mungkin kami sudah ditakdirkan untuk bertemu. Salah satu Kontributor kami yang berlokasi di Yogykarta sedang goes menuju tempat dia bekerja. Dihalaman Kantornya dia melihat seorang pemuda, terlihat sangat letih dengan sepeda lusuh disampingnya.

4081755091_24a208d77c_o

Egi Suryana berangkat dari lampung pada tangga 28 Januari 2009, rute dimulai mengelilingi pulau sumatera. Hanya dengan bermodal uang Rp. 50.000 Egi berangkat jam 7 pagi dari kampung halamanya di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Raya Tulang Bawang Propinsi Lampung.

Melintasi kelok sembilan sumatera barat, hingga ke Medan. Dari Kota Medan Egi tidak melanjutkan ke bumi serambi Mekkah Aceh. Propinsi Aceh tidak di sambangi oleh rider Lampung tersebut “Ibu saya berpesan, jangan mendatangi daerah konflik karena dapat membahayakan keselamatan saya” kata Egi. Egi tidak mau mengambil resiko untuk menembus Aceh dengan Sepedanya yang membawa Sang Merah Putih.
“Ya, saya dapat info dari sopir angkutan di Medan bahwa aceh sudah aman, tapi saya tetep was was”.
Dari Medan Egi kembali ke ujung selatan Pulau Sumatera, dengan menumpang Truk yang menuju Bakauheni Lampung, menyebrang dengan Ferry menuju Merak Banten.
Untuk melintas Pulau Egi meminta ijin kepada pihak pelabuhan supaya dapat menumpang kapal dengan cuman-cuma.

4082515968_22908c6bf0_o

Dari Banten, Egi tidak menuju ke Ibukota Indonesia Jakarta, dia ingin ke Monas setelah misi keliling indonesianya tuntas. Egi melintas jalur selatan Nagreg, melintasi kota-kota di Jawa Barat dan Jawa tengah hingga sampai di Yogyakarta hari ini. Dari Yogyakarta Egi rencananya akan melanjutkan ke Solo dan Jawa Timur, melewati Ngawi, Madiun dan berusaha menembus Surabaya. Egi juga ingin ke Pulau Madura melintasi Jembatan Suramadu yang baru saja diresmikan oleh Presiden SBY.

Dari Madura Egi kembali ke Surabaya dan menembus Banyuwangi. Dari Banyuwangi Egi berencana meyeberang ke Pulau Dewata Bali kemudian ke Lombok, dari Lombok Egi akan melanjutkan perjalanannya ke Bumi Cendrawasih Papua, melanjutkan ke Propinsi Maluku-Sulawesi dan Berakhir di garis nol derajat katulistiwa Pontianak, Kalimantan.

Dari pembicaraan ini, misi Egi hanya satu yang paling utama “Ingin melihat tanah airnya yang indah Indonesia tidak hanya dari media”. Selain itu Egi ingin mengenal karakter dan Budaya orang ditiap daerah yang dilewatinya. Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan sarana transportasi yang lain Egi menjawab ” Dengan sepeda kesayangan saya ini, saya lebih menikmati perjalanan”.

Egi bahkan sempat melihat Tour de Singkarak, Egi kagum dengan pambalap Indonesia Tonton Susanto yang mampu mengimbangi pembalap-pembalap luar negeri.

4081755235_d3b9533353_o

Kurang lebih 5000km telah di tempuh oleh EGI SURYANA. Pecah ban, Wheelset rusak sudah menjadi rutinitasnya. Saat tiba di Yogyakarta kami melihat ban belakang EGI retak dan siap jebol, kami mencoba memberikan ban pengganti luar dan dalam. Egi terlihat sangat gembira karena ukuran ban pengganti sangat pas dan sesuai. Egi segera melanjutkan perjalanan, Egi ingin berkeliling Yogyakarta. Kami memberikan alamat Nurhayati salah satu pembalap Indonesia yang saat ini sedang berlatih mempersiapkan diri untuk sea games Laos. Egi ingin bertemu Nurhayati, salah satu idolanya yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia yang kini bermukim di Yogyakarta. Egi Suryana juga kagum pada Yogyakarta yang telah mempunyai Jalur Khusus Sepeda, meskipun belum di fungsikan secara maksimal.

Bagi rekan-rekan sesama goweser diseluruh indonesia yang membaca berita ini, jika ketemu Egi tidak adalah salahnya sharing pengalaman dengan beliau. Jadi tunggu apalagi , Egi yang hanya bermodal sepeda MTB HYBRID FEDERAL sederhana berani berkeliling Indonesia, start cycling today everybody.
Tetap Semangat Egi, Ride For Hope. Happy Cycling, Hidup Indonesia !!!!.