Menu

Bike-Sharing, Mengajak Setiap Orang di Seluruh Dunia Cinta Gowes

31 Mei 2014 | Hot News, Trending Topic
bike sharing untuk gowes

Surga Sepeda

Bike-sharing adalah fenomena yang sedang hangat di berbagai negara. Terjemahan bebas istilah ini adalah berbagi sepeda. Hanya saja, praktik bike-sharing kini tidak sepenuhnya sesuai dengan terjemahan bebasnya. Fenomena bike-sharing ini muncul dipicu banyaknya jumlah goweser di berbagai belahan dunia.

Salah satu sumber yang dikumpulkan oleh gowes.org menyebutkan bahwa konsep bike-sharing atau berbagi sepeda ini kali pertama muncul dari ide seorang politisi sekaligus pengusaha warga negara Belanda di Amsterdam yang bernama Laurens Maria Hendrikus Schimmelpennink. Pada tahun 1965 perempuan yang dikenal sebagai Luud Schimmelpennink ini berpikir keras tentang konsep transportasi yang ramah lingkungan.

Sasaran utama transportasi ramah lingkungan itu adalah mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang sangat berdampak pada polusi lingkungan dan kesehatan publik. Moda transportasi jenis ini tentunya juga harus dapat membuat setiap orang di sebuah kota dengan leluasa berkeliling. Pada tahun yang sama Luud menggagas sebuah gerakan sosial bernama White Bicycle Plan.

Konsep ini sangat mulia. Bersama kawan-kawannya, Luud mengumpulkan ribuan sepeda dan mengecatnya dengan warna putih. Lalu moda transportasi berbahan bakar kalori manusia itu ia tinggalkan begitu saja di beberapa titik di kota Amsterdam. Gerakan yang ia gagas itu memang bertujuan agar siapa saja dapat menggunakan sepeda itu secara bebas.

Ide mulia Luud dengan cepat menyebar di masyarakat seluruh dunia. Konsep berbagi sepeda itu kemudian bermunculan, terutama di kota-kota besar di Eropa. Model bisnis dan pembiayaannya pun bervariasi, pemerintah kota bisa bekerjasama dengan sponsor, menjalin kemitraan dengan BUMD/BUMN transportasi, kemitraan dengan pengelola lahan parkir dan lain sebagainya.

Menurut data dari makalah peneliti transportasi dari University of California Berkeley, Susan Shaheen dan Stacey Guzman, pada Mei 2011 lalu, diperkirakan ada 136 program berbagi sepeda yang tersebar di 165 kota di dunia. Ada 237.000 sepeda berkeliaran untuk transportasi umum itu. Dan tren program ini terus meningkat.

Baru-baru ini, Earth Policy Institute merilis beberapa fakta seputar bike-sharingBerikut ini beberapa fakta yang dirangkum dengan informasi dari sumber lainnya oleh gowes.org untuk para pembaca:

  • Skema bike-sharing yang lebih tepat disebut sebagai persewaan sepeda di masa kini dapat menggerakkan penduduk di sebuah kota untuk gowes secara massal. Pada permulaan 2014, telah ada 600-an kota di 52 negara meluncurkan program bike-sharing dengan armada lebih dari 570.000 sepeda.

    cinta gowes dengan bike sharing

    Solusi Transportasi Ramah Lingkungan

  • Program bike-sharing terbesar adalah di kota Wuhan, Tiongkok. Kota terbesar keenam di negara itu mengadakan bike-sharing yang melibatkan partisipasi 9 juta orang serta 90.000 sepeda yang di-share. Tidak hanya itu, program bike-sharing di Wuhan akan segera mengintegrasikan layanannya untuk para pemegang kartu di provinsi Haikou – sebuah kota pesisir laut yang mengalami musim dingin yang hangat, yang sempurna untuk gowes. Ide ini memungkinkan pelancong bisnis dan wisatawan menikmati gowes di iklim tropis selama musim dingin sedang getir-getirnya di Kota Hangshou. Hingga saat ini, sistem bike-sharing di Hangzhou telah memiliki 60.600 sepeda. Jumlah tersebut berarti setiap orang dapat menemukan satu stasiun bike-sharing hampir setiap 100 meter.

    bike sharing untuk semua

    Bike Sharing di Wuhan

    Cinta gowes dengan bike sharing di Wuhan

    Kartu Bike Sharing

  • Selama tahun 2013, Tiongkok tercatat sebagai tuan rumah dari 82 program bike-sharing. Berbeda dengan negeri tirai bambu itu, Amerika Serikat hanya memiliki 36 program meski program-program baru terus menyusul dan rencana-rencana perluasan program lama terus diperbarui.
  • Pada 2007 Kota Paris meluncurkan sistem yang disebut Vélib. Hasilnya, jumlah goweser di jalan raya bertambah sebanyak 41 persen. Hampir 24.000 sepeda dapat dipakai dan diletakkan di sekurangnya 1.700 stasiun di dalam kota maupun di pinggiran kota.

    untuk semua orang bike sharing di paris

    Bike Sharing di Paris

  • Mengikuti jejak Paris, program bike-sharing menjadi program besar di London. Awalnya dengan 15.000 sepeda dan 1.000 stasiun, program ini bertujuan mengurangi kemacetan lalu lintas serta membersihkan kabut asap di kota tersebut. Program ini diprakarsai kali pertama oleh mantan Walikota London Ken Livingstone yang skemanya kemudian dijuluki Boris Bikes oleh Walikota setelahnya. Program tersebut mendistribusikan “sepeda nenek” yang memang terlihat kuno, akan tetapi sepeda itu kuat dan memiliki daya tarik anti-maling yang alami. Program ini dibiayai dengan pajak sehingga semua goweser mendapatkan fasilitas gratis untuk satu jam pertama dan £1 untuk setiap jam setelahnya. Kemudian pada tahun 2010 London’s Barclays Cycle Hire mulai diluncurkan, yaitu dengan menambahkan 6.000 armada sepeda. Kini jumlahnya sudah di atas 9.000 sepeda. Jalur-jalur dan trek-trek sepeda baru dirancang untuk mengatasi perkembangan goweser yang semakin besar.

    program bike sharing di london

    Barclays Bike Sharing

  • Penelitian dari Barcelona yang terkenal dengan Bicing bike-sharing program menemukan bahwa keberhasilan skema gowes di Barcelona telah mengurangi emisi CO2 tahunan di kawasan itu sebesar 9.000 metrik ton. Peneliti untuk British Medical Journal yang menggunakan partisipasi peserta program – hampir 182.000 orang – menemukan bahwa manfaat bike-sharing antara lain mengurangi emisi gas rumah kaca dan berkontribusi mengurangi sejumlah 12 kematian setiap tahunnya karena adanya peningkatan olahraga dengan sepeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fakta ini melebihi risiko dan bahaya yang sering dikaitkan dengan gowes.

    Gowes dengan bike sharing Barcelona

    Bike Sharing Barcelona

  • Bike-sharing dan infrastruktur yang mendukungnya sebenarnya memberikan keuntungan besar bagi perekonomian setempat. Saat ini, lebih dari setengah populasi dunia tinggal di wilayah perkotaan. Sehingga ada potensi yang sangat besar bila pemerintah bersama penata kota meningkatkan penggunaan sepeda yang ramah lingkungan dengan program bike sharing. Apalagi, biaya transportasi dengan gowes relatif murah (bandingkan dengan biaya berkendara dengan mobil).
  • Di Indonesia penerapan bike-sharing dirintis di Kota Bandung sejak 2012 lalu. Program ini diinisiasi oleh komunitas gowes di bandung yang peduli tentang masalah kemacetan di Kota tersebut. Meski semakin banyak kota maupun daerah lain di Indonesia yang mengikuti jejak Bandung (seperti dapat ditemui di kampus-kampus di kota-kota besar di Indonesia) namun sepertinya penyediaan bike-sharing yang mumpuni seperti kota-kota yang telah disebutkan di atas belum bisa ditemukan di negara kita tercinta ini. Meski demikian, sebenarnya jumlah pengguna sepeda di Indonesia cukup besar. Ini terbukti dengan banyaknya anggota komunitas-komunitas sepeda. Sehingga seharusnya, apabila pemerintah serius untuk menggalakkan program ini, peminatnya sangat banyak.